SLO PLN Semarang

Sertifikat Laik Operasi PLN Semarang

Dalam pengurusan SLO PLN Semarang harus menyertakan segala bentuk persyaratan dan detail yang ada. Terbit tidaknya sertifikat laik ini juga menjadi bukti layak tidaknya operasional dari usaha terkait. Jadi jika ternyata sertifikat yang terbit adalah palsu tentu menjadi hal yang buruk karena menyangkut keselamatannya.

Manfaat, waktu dan proses terbit SLO PLN Semarang

  1. Manfaat dari SLO

SLO adalah sertifikat yang berguna untuk bukti atau pemastian keamanan dari instalasi listrik yang ada. Sehingga ketika beroperasi sudah terjaga pemenuhan standar yang ada untuk keperluan kelistrikannya. SLO muncul juga melalui tahapan yang panjang untuk mendapatkan nilai yang sesuai.

  1. Waktu terbitnya

Untuk waktu terbit dari SLO PLN Semarang terlengkap juga memiliki ketentuan khusus. Kelaikan dokumen ini harus muncul sebelum mulai beroperasi sebagai pendukung keamanan selama operasi. Banyak yang salah kaprah dalam menanggapinya dengan mulai operasi dulu lalu mengurus kemudian hari.

Barulah setelah standar laik muncul dalam pengurusannya maka instansi ini boleh beroperasi. Hal ini karena keselamatannya menyangkut semua orang bukan hanya bagi pemilik usahanya.

  1. Lingkungan yang mendukung

Hal berikutnya yang menjadi penentu adalah lingkungan sebagai tempat pemasangan instalasi kelistrikan tersebut. Listrik bukan hanya terpasang pada lokasi pedesaan atau perkotaan namun juga pada lokasi yang padat penduduk dan cuaca yang panas. Jika tegangan tidak sesuai maka bisa memicu kebakaran yang membahayakan.

  1. Pemenuhan standar

Dalam pengurusan sertifikat kelaikan ini bukan hanya sebagai bukti sudah memenuhi syarat usaha namun juga sebagai pemenuhan standar yang ada. Proses pemenuhannya membutuhkan banyak dokumen terlampir yang membuktikan bahwa operasional ini sudah layak untuk berjalan.

  1. Lamanya proses terbit

Untuk bisa mendapatkan sertifikat ini Anda harus menunggu sampai tiga harian setelah persyaratan masuk. Waktu yang lama biasanya berguna untuk melakukan pengujian dan verifikasi yang jelas. Jadi hasilnya memang harus valid untuk bisa mendapatkannya.

Kebijakan penting mengenai SLO

Selain beberapa hal penting tersebut Anda wajib tahu kebijakan terupdate mengenai SLO PLN Semarang terbaik sebagai berikut:

  • Kewajiban PLN

Ada yang berbeda dengan kebijakan sebelumnya yakni MK saat ini sudah menerbitkan kewajiban bagi PLN untuk memiliki SLO. Hal ini juga membebankan pada PLN agar mau menerima segala bentuk tanggung jawab ketika dampak kerugiannya muncul. PLN tanpa SLO tidak bisa melanjutkan operasional dan pekerjaannya.

  • Ketentuan untuk bangunan

Bukan hanya berlaku untuk PLN namun untuk bangunan yang tidak memiliki SLO juga tidak akan mendapatkan aliran listrik. Kebijakan ini memang tegas untuk memantau kedisiplinan dan juga menjamin keselamatan untuk semua pihak. Tegangan yang rendah sekalipun juga wajib memiliki SLO.

  • Konsekuensi yang terjadi

SLO sebagai acuan laik tidaknya instalasi baik dari PLN maupun bangunan terkait mengenai kelistrikannya. Jadi ketika memaksa untuk memasukkan aliran listrik pada aliran tanpa SLO juga akan menimbulkan risiko. Kejadian yang biasa terjadi adalah kecelakaan atau kebakaran dan korban jiwa.

  • Konsekuensi lanjutan

Untuk pemilik bangunan yang sudah memiliki instalasi terpasang bisa mengurus SLO dalam jangka waktu yang sudah teratur. Kemudian mereka juga wajib memperbaiki instalasi listrik terkait selama delapan sampai sepuluh tahun sekali. Hal ini berguna untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman dan terjamin.

Dalam pengurusan SLO PLN Semarang memang tidak boleh asal-asalan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Termasuk dalam pemenuhan segala bentuk identitas dan syarat yang berlaku. Semuanya harus lengkap agar bisa terbit laik dengan baik.

Kapan Waktunya SLO Akan Diterbitkan?

Sertifikat Laik Operasi (SLO) merupakan hal yang krusial dalam industri tenaga listrik. Peraturan yang mengatur SLO telah diatur dengan jelas dalam Pasal 38 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2021. Pasal ini memberikan panduan yang komprehensif mengenai proses penerbitan SLO dan tenggat waktu yang harus diikuti.

Menurut peraturan tersebut, setelah permohonan SLO diajukan, lembaga penerbit SLO akan memulai proses pemeriksaan dan pengujian. Langkah ini dilakukan dengan cermat dan berani, mencakup evaluasi berbagai aspek keamanan dan kinerja instalasi tenaga listrik yang bersangkutan. Selama tahap ini, tidak ada inspeksi langsung di lokasi instalasi.

Setelah penilaian awal selesai dan instalasi dianggap memenuhi syarat, proses pemeriksaan dan pengujian akan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke lokasi. Tim inspeksi akan memeriksa kondisi instalasi secara detail untuk memastikan kepatuhannya terhadap standar yang berlaku.

Setelah melalui semua tahap evaluasi ini dan instalasi dinyatakan laik operasi, langkah selanjutnya adalah registrasi SLO. Proses registrasi ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan semua dokumen dan persyaratan terpenuhi sesuai peraturan.

Tentu saja, yang paling dinanti adalah penerbitan SLO itu sendiri. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM, SLO akan diterbitkan dalam waktu maksimal 4 (empat) hari kerja setelah instalasi dinyatakan laik operasi. Waktu ini dihitung mulai dari penyelesaian tahap-tahap sebelumnya, termasuk pemeriksaan dan pengujian, serta proses registrasi.

Dengan peraturan yang ketat ini, pemerintah dapat memastikan bahwa instalasi tenaga listrik beroperasi dengan aman dan sesuai dengan standar yang berlaku. Proses penerbitan SLO yang berbasis pada evaluasi menyeluruh dan jadwal yang ketat merupakan langkah penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik dan keselamatan masyarakat.

Hukum Sistem Ketenagalistrikan: Landasan Dasar dan Regulasi

Sistem Ketenagalistrikan Indonesia didasarkan pada sejumlah undang-undang dan peraturan yang berfungsi sebagai pijakan hukum yang mengatur produksi, distribusi, dan penggunaan energi listrik di negara ini. Pada tahun 2009, Undang-undang Nomor 30 tentang Ketenagalistrikan membentuk landasan utama untuk industri ini. Undang-undang ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar seputar penyediaan tenaga listrik, termasuk perizinan dan kewajiban penyedia listrik.

Tahun 2014 melihat lahirnya Undang-undang Nomor 23 tentang Pemerintah Daerah, yang menggarisbawahi peran pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya listrik di tingkat lokal. Hal ini mengukuhkan otonomi daerah dalam hal pengaturan tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan lokal.

Selanjutnya, peraturan tambahan seperti Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 2012 membahas lebih lanjut tentang kegiatan usaha penyediaan dan jasa penunjang tenaga listrik. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 tahun 2014 dan Nomor 27 tahun 2017 memberikan panduan mengenai kualifikasi usaha dan tingkat mutu pelayanan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam hal kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 46 tahun 2017 menetapkan standar yang harus dipatuhi. Sementara itu, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 tahun 2018 mengatur tata cara akreditasi dan sertifikasi di bidang ketenagalistrikan, memastikan bahwa tenaga kerja di sektor ini memenuhi standar tertentu.

Pada tahun 2019, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 membahas kapasitas pembangkit tenaga listrik untuk kepentingan sendiri yang dilaksanakan berdasarkan izin operasi. Selain itu, Peraturan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Nomor 556K/20/DJL.1/2014 tahun 2014 memberikan pedoman tentang tata cara penomoran dan registrasi sertifikat di bidang ketenagalistrikan.

Baca Juga : Kegunaan SLO

Info lebih lanjut silahkan hubungi kami di :

Email : info@konsultanku.com

CALL / WA : 0812-9288-9438 Catur Iswanto

Phone : 021-21799321