Sertifikat Keselamatan Kebakaran

Sertifikat Keselamatan Kebakaran

Memiliki sertifikat keselamatan kebakaran sama pentingnya dengan SLF apalagi jika Anda bermaksud membuka bangunan sebagai tempat umum. SKK adalah surat perizinan yang pemerintah berikan bagi masyarakat yang memenuhi standar keamanan serta kebakaran terhadap gedung bangunannya. Gedung yang kami maksud meliputi gedung pencakar langit lebih dari 8 lantai, seluas 5.000 m2 serta menampung ratusan orang.

Syarat Pengajuan Sertifikat Keselamatan Kebakaran

  1. Pemohon wajib membawa surat pernyataan yang menyebutkan jika dokumen atau data yang tersedia adalah benar. Surat pernyataan harus bermeterai.
  2. Memiliki IPTB LAL yang telah dilegalisasi
  3. Melampirkan fotokopi surat identitas pemohon seperti KK/ Paspor/KTP/KITAS
  4. Melampirkan akta pendirian atau perubahan perusahaan (khusus untuk badan usaha)
  5. Menyerahkan bukti kepemilikan sertifikat IMB
  6. Membuat proposal teknis lengkap dengan spesifikasi teknis, gambar teknis dll
  7. Melampirkan bukti AJB atau sertifikat hak atas tanah
  8. Melampirkan surat kuasa apabila proses pengajuan menggunakan layanan jasa Sertifikat Keselamatan Kebakaran
  9. Lampirkan fotokopi SLF terbaru atau pada tahun terakhir setelah penerbitan
  10. Membawa berkas persyaratan lainnya sesuai petunjuk yang ada

Mekanisme Pengurusan SKK

Tahukah Anda berapa lama waktu yang peserta butuhkan untuk menerbitkan sebuah SKK? Beberapa pihak mengatakan hanya membutuhkan waktu selama 14 hari untuk mengurus SKK gedung kurang dari 8 lantai.

Kebalikannya, jika gedung bersangkutan memiliki lebih dari 8 lantai maka prosesnya bisa lebih panjang bahkan lebih dari 30 hari. Terlepas dari lamanya prosedur penerbitan SKK, cari tahu prosesnya dari awal berikut ini:

1. Membuat Surat Permohonan

Setelah mengumpulkan seluruh berkas persyaratan bersama penyedia jasa pengurusan SKK Dan Sertifikat Keselamatan Kebakaran langkah selanjutnya adalah mengajukan permohonan. Pertama-tama, buatlah surat permohonan pendaftaran terlebih dahulu. SKK masih menjadi tanggung jawab dari DPMPTSP oleh karenanya buat surat permohonan yang ditujukan pada dinas bersangkutan.

2. Menyerahkan Dokumen Permohonan

Usai membuat surat permohonan dan memastikan tidak ada lagi berkas yang kurang silahkan Anda kunjungi kantor DPMPTSP untuk menyerahkan pendaftaran. Nantinya, dokumen pendaftaran Anda akan melalui proses checking guna memastikan seluruh datanya sudah benar dan tepat.

3. Proses Penilaian Teknis Oleh Damkar

Dokumen pendaftaran yang lulus penilaian administrasi akan langsung menuju tahapan penilaian teknis oleh Damkar atau petugas terkait. Tahapan yang satu ini sangat penting karena mempengaruhi keputusan penerbitan atau penolakan SKK gedung bangunan Anda. Lama tidaknya proses peninjauan teknis tergantung dari kesiapan Anda sebagai peserta.

4. Melunasi Biaya Retribusi

Peserta yang lolos tahapan ketiga akan mendapatkan kesempatan untuk pencetakan retribusi. Biaya Sertifikat Keselamatan Kebakaran memang mengacu pada Perda yang mengatur retribusi daerah.

Besaran jumlah atau biaya pengurusan SKK bisa Anda tanyakan langsung ke petugas loket ketika mendaftarkan diri. Khusus yang menggunakan layanan jasa hanya perlu membayar biaya jasa pengurusan SKK sesuai kesepakatan bersama.

5. Otorisasi

Merupakan tahapan pra penerbitan SKK yang mana petugas perlu melakukan penilaian ulang terhadap berkas administrasi, peninjauan lokasi dan biaya retribusi. Apabila semua hasilnya memuaskan dan tidak ada kekeliruan maka proses selanjutnya adakan penerbitan perizinan.

6. Penerbitan SKK

Memiliki SKK merupakan tanggung jawab pemilik gedung bangunan namun menerbitkan sertifikatnya menjadi kewajiban DPMPTSP. Proses penerbitan SKK mengikuti prosedur dan SOP yang berlaku. SKK terbit menjadi hak milik peserta.

Mengurus penerbitan SKK memang tidaklah mudah terbukti banyak orang yang memiliki mangkir daripada melakukannya. Supaya gedung bangunan tidak mendapatkan cap buruk dapatkan SKK segera dengan bantuan penyedia jasa SKK. Layanan Sertifikat Keselamatan Kebakaran membantu mengurus penerbitan perizinan dari awal sampai surat sertifikat jatuh ke tangan Anda.

 

Landasan Hukum Sertifikat Keselamatan Kebakaran

Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, dijelaskan bahwa salah satu syarat utama untuk memastikan kelaikan fungsi sebuah bangunan gedung adalah adanya persyaratan teknis yang berkaitan dengan proteksi terhadap bahaya kebakaran. Dalam proses pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung yang baru selesai dibangun, penyedia jasa pengawasan konstruksi atau manajemen konstruksi memegang peran penting.

Prosesnya dimulai dengan pemeriksaan kelengkapan dokumen rekomendasi teknis dari perangkat daerah terkait, terutama yang berfokus pada sistem proteksi kebakaran, keselamatan, kesehatan kerja, instalasi listrik, dan pengendalian dampak lingkungan. Tim teknis yang ditugaskan oleh perangkat daerah penyelenggaraan gedung akan melakukan verifikasi terhadap hasil pemeriksaan dokumen permohonan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang telah diterima. Selain itu, mereka juga akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa semua aspek yang tercantum dalam dokumen SLF benar-benar terpenuhi dalam praktiknya.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah salah satu dokumen krusial yang harus dimiliki oleh pemilik atau pengelola bangunan gedung. Namun, tak kalah pentingnya, Sertifikat Keselamatan Kebakaran juga memiliki peran yang sama dalam menjamin keamanan dan kelaikan fungsi sebuah bangunan gedung. Tanpa adanya Sertifikat Keselamatan Kebakaran, pemilik atau pengelola gedung tidak akan bisa menerbitkan atau memperpanjang Sertifikat Laik Fungsi.

Ini menunjukkan bahwa pemenuhan persyaratan keselamatan, terutama dalam hal proteksi dari bahaya kebakaran, adalah hal yang sangat serius dan tak bisa diabaikan dalam dunia konstruksi. Semua ini bertujuan untuk melindungi penghuni gedung dan mencegah terjadinya tragedi kebakaran yang dapat mengancam nyawa dan harta benda. Oleh karena itu, pemilik atau pengelola gedung harus selalu memastikan bahwa semua persyaratan teknis dan perizinan terpenuhi agar bangunan gedung tetap berfungsi dengan aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Sanksi Jika Tidak Memiliki Peraturan SKK

Setiap bangunan gedung memiliki potensi bahaya kebakaran yang harus diperhatikan ketika manusia beraktivitas di dalamnya. Untuk menjaga keselamatan jiwa dan harta benda, diperlukan sarana penyelamatan jiwa yang efisien serta sistem proteksi kebakaran yang memadai.

Bahaya kebakaran dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti tinggi bangunan, fungsi gedung, luasnya, dan jenis isi bangunan. Klasifikasi bahaya kebakaran pun dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari ringan hingga berat.

Dalam menghadapi potensi bahaya ini, dinas pemadam kebakaran memiliki peran kunci. Mereka akan melakukan pemeriksaan rutin pada bangunan-bangunan untuk memastikan bahwa standar proteksi kebakaran terpenuhi. Jika ternyata ada ketidaksesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, langkah-langkah tertentu akan diambil.

Pertama, dinas pemadam kebakaran akan memberikan peringatan tertulis kepada pemilik bangunan. Papan peringatan dengan tulisan “BANGUNAN INI TIDAK MEMENUHI KESELAMATAN KEBAKARAN” akan dipasang sebagai tanda peringatan. Informasi ini juga akan disampaikan kepada masyarakat melalui media.

Jika pemilik bangunan tidak mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan dalam batas waktu yang ditentukan, maka pihak pemadam kebakaran akan mengeluarkan laporan hasil pemeriksaan serta rekomendasi teknis. Peringatan lebih lanjut akan dipasang untuk mengingatkan bahwa bangunan tersebut tidak memenuhi syarat keselamatan kebakaran.

Apabila pemilik bangunan masih tidak mengindahkan peringatan dan tidak melakukan perbaikan sesuai rekomendasi, izin rekomendasi Sertifikat Laik Fungsinya (SLF) dapat dicabut. Hal ini adalah langkah terakhir yang diambil untuk memastikan keselamatan publik.

Pentingnya Sertifikat Keselamatan Kebakaran dan peran dinas pemadam kebakaran tidak bisa diabaikan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam merancang dan memelihara bangunan, sehingga kita dapat mengurangi risiko kebakaran yang mengancam jiwa dan harta benda.

Baca Juga : Cara Mendapatkan SLO

Info lebih lanjut silahkan hubungi kami di :

Email : info@konsultanku.com

CALL / WA : 0812-9288-9438 Catur Iswanto

Phone : 021-21799321