Apakah Anda cukup familier dengan SLO? Atau justru sudah melakukan prosedur Sertifikasi Laik Operasi? Pada umumnya pengurusan SLO tidak sebanding dengan banyaknya gedung produksi yang menggunakan muatan listrik tinggi. Padahal membuat SLO lebih banyak manfaatnya bagi pengguna listrik atau pemilik gedung daripada pemerintah apalagi alur permohonan SLO juga sangat mudah.

Prosedur Sertifikasi Laik Operasi

Langkah-langkah prosedur Sertifikasi Laik Operasi

Bagi beberapa orang yang baru pertama kali mengurus SLO, mungkin dibuat bingung bagaimana prosedur pengurusan yang baik dan benar. Agar tidak salah prosedur, simak tata caranya di bawah ini:

1. Ajukan permohonan SLO

Pertama-tama silahkan Anda mengajukan permohonan pembuatan SLO di http://slo.djk.esdm.go.id/pendaftaran. Jika tidak terbiasa dengan sistem online, masih bisa memilih alternatif lainnya dengan menghubungi Lembaga Inspeksi Teknik Listrik. Proses pengajuannya sangat mudah dan tidak dipersulit, semua masyarakat bisa mengaksesnya kapan saja dan di mana saja.

2. Tunggu email verifikasi

Cara mendapatkan SLO kedua dengan menunggu email verifikasi. Di email verifikasi ini Anda akan mendapatkan link validasi.

3. Lakukan validasi

Saat menemukan link validasi pada email, jangan sepelekan. Karena email itulah yang akan memandu Anda untuk menyelesaikan permohonan pembuatan SLO.

4. Tunggu email pemberitahuan

Usai melakukan validasi, apa yang harus dilakukan? Cukup tunggu hingga Anda menerima balasan email berikutnya. Di balasan email tersebut akan disebutkan apakah permohonan SLO Anda berhasil atau gagal. Jika berhasil, Anda akan mendapatkan nomor agenda pengujian instalasi.

5. Terima telepon dari lembaga inspeksi teknik

Selain menghubungi via email, Lembaga Inspeksi Teknik Listrik juga akan menghubungi Anda via telepon biasanya untuk mengkonfirmasi waktu pelaksaan pengujian instalasi dan besaran biaya SLO yang harus dibayarkan. Penting bagi Anda untuk selalu menerima telepon yang masuk meskipun bukan dari nomor terdaftar di ponsel. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan Lembaga Inspeksi Teknik Listrik akan menghubungi.

6. Melakukan pengujian

Ketika jadwalnya sudah diatur, salah satu perwakilan dari lembaga akan datang ke tempat tinggal atau gedung tempat pelaksanaan pengujian instalasi untuk melakukan tes kelayakan. Anda bisa ikut mengawasi proses pelaksaan pengujian atau bisa meminta salah satu perwakilan dari rumah atau perusahaan jika sibuk. Yang paling direkomendasikan adalah menggunakan jasa Sertifikasi Laik Operasi. Mereka tentu jauh lebih profesional bahkan bisa mengurus permohonan SLO sejak awal.

7. Menerbitkan SLO

Jika pengujian instalasi listrik di gedung Anda berjalan lancar tidak ada masalah sama sekali. Lembaga Inspeksi Teknik Listrik akan segera menerbitkan SLO, waktu yang dibutuhkan untuk memproses data sekitar 3 hari lamanya.

8. Berhasil menerima SLO

Lewat dari tiga hari Anda akan menerima Sertifikasi Laik Operasi dan berhak melakukan penambahan daya ke penyedia listrik.

Bukankah prosedur Sertifikasi Laik Operasi yang telah dijelaskan di atas sangat mudah? Cukup ikuti secara beruntun agar mendapatkan sertifikat yang dibutuhkan.

Jasa pengurusan SLO turut hadir dalam membantu Anda agar usaha atau kegiatan yang mau diadakan tidak berjalan lancar secara illegal. Di sini kami berniat membantu Anda mendapatkan dokumen terkait sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

Cara Pengajuan Agar Mendapatkan SLO

Untuk mendapatkan Surat Izin Operasi (SLO) di bidang ketenagalistrikan, Anda perlu mengajukan permohonan secara tertulis kepada otoritas yang berwenang. Permohonan ini harus disusun dengan hati-hati dan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah dan persyaratan yang harus Anda penuhi untuk mendapatkan SLO tersebut.

1. Izin Usaha di Bidang Ketenagalistrikan

Langkah pertama dalam mendapatkan SLO adalah memastikan bahwa Anda telah memperoleh izin usaha di bidang ketenagalistrikan. Izin usaha ini akan menjadi dasar hukum untuk beroperasi dalam industri ini.

2. Instalasi Lokasi dengan Titik Koordinat

Anda perlu memiliki instalasi lokasi yang dilengkapi dengan titik koordinat yang akurat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa lokasi instalasi Anda dapat diidentifikasi dengan jelas.

3. Jenis Instalasi dan Kapasitas

Dalam permohonan SLO Anda, harus mencantumkan informasi tentang jenis instalasi yang Anda miliki dan kapasitasnya. Ini akan membantu otoritas dalam menilai apakah instalasi Anda memenuhi standar yang ditetapkan.

4. Gambar Instalasi dan Tata Letak

Sertakan gambar instalasi dan tata letak yang jelas dan rinci dalam permohonan Anda. Gambar ini akan membantu otoritas untuk memahami bagaimana instalasi Anda tersusun.

5. Diagram Satu Garis

Diagram satu garis adalah alat yang penting dalam dokumentasi instalasi ketenagalistrikan. Pastikan Anda menyertakan diagram satu baris yang lengkap dan informatif dalam permohonan SLO Anda.

6. Spesifikasi Teknik Peralatan Utama Instalasi

Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, Anda harus menyertakan spesifikasi teknik dari peralatan utama dalam instalasi Anda. Ini akan membantu otoritas dalam menilai kualitas dan kesesuaian peralatan yang Anda gunakan.

Hal Yang Wajib Jika Sudah Memiliki SLO

Dalam industri pembangkitan tenaga listrik, Pemegang Surat Izin Operasi (SLO) memiliki serangkaian tanggung jawab penting sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 78 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2021. Kewajiban-kewajiban ini bertujuan untuk memastikan pengoperasian pembangkit tenaga listrik berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Artikel ini akan menguraikan secara rinci tiga kewajiban utama yang harus dipatuhi oleh pelaku usaha pembangkitan energi listrik.

1. Menjaga dan Mengendalikan Petunjuk Kerja dan Kualitas Mutu Tenaga Listrik

Kewajiban pertama dari pemegang SLO adalah menjaga dan mengendalikan petunjuk kerja serta kualitas mutu tenaga listrik. Ini mencakup peran penting dalam memastikan bahwa produksi tenaga listrik mematuhi hasil pemeriksaan dan pengujian yang telah ditentukan. Dengan menjaga standar mutu yang tinggi, pemegang SLO berperan dalam menyediakan pasokan energi listrik yang andal dan berkualitas untuk masyarakat.

2. Menjaga dan Mengendalikan Keamanan Pembangkit Tenaga Listrik

Kewajiban kedua adalah menjaga dan mengendalikan keamanan pembangkit tenaga listrik dari bahaya terhadap manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal ini mencakup upaya untuk mencegah kecelakaan, kebocoran, atau kejadian lain yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Pemegang SLO harus menerapkan protokol keamanan yang ketat, melibatkan pelatihan untuk personel, dan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa fasilitas utilitas beroperasi dengan aman.

3. Mengambil Tindakan dalam Kasus Ketidakmampuan Memenuhi Kewajiban

Kewajiban ketiga adalah mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal tidak adanya kemampuan untuk memenuhi kedua kewajiban di atas. Hal ini menunjukkan bahwa pemegang SLO harus proaktif dalam mengatasi permasalahan yang mungkin timbul selama pengoperasian pembangkit tenaga listrik. Tindakan ini dapat mencakup perbaikan teknis, perubahan prosedur operasional, atau penghentian sementara operasi jika diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan.

Dalam menjalankan kewajiban-kewajiban ini, pemegang SLO perlu mematuhi semua peraturan dan regulasi yang berlaku serta berkomunikasi dengan otoritas terkait secara transparan.

Jika Anda masih bingung atau terlalu ribet, maka silahkan menghubungi kami. Kami juga menawarkan konsultasi serta pengurusan sampai dengan selesai.

Catur Iswanto : 0812-9288-9438 (Call / WhatsApp)