Sebagai masyarakat yang hidup dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, kita pasti membutuhkan listrik. Lantas apa hubungannya dengan biaya Sertifikat Laik Operasi? Pada dasarnya penggunaan listrik yang kita pakai sehari-hari tidak hanya masuk ke tagihan PLN saja tapi juga memiliki standar kelayakan pakai yang dibuktikan oleh sertifikat dan sertifikat itu disebut sebagai SLO.  Agar lebih jelas lagi, simak penjelasannya berikut.

Biaya Sertifikasi Laik Operasi

sumber : Google.com

Apa itu Sertifikat Laik Operasi?

SLO merupakan sertifikat yang diberikan oleh pemerintah atas kelaikan sistem operasi listrik di suatu gedung baik itu gedung komersil atau tempat tinggal. Bila tidak memiliki dan memegang sertifikat ini, pemilik gedung belum dianggap memenuhi prosedur yang diatur dalam Permen RI.

Proses pengurusan SLO sebenarnya telah ditetapkan sejak lama oleh Peraturan Menteri ESDM RI mengingat jumlah pengguna aliran listrik di Indonesia sangat banyak. Yang dimaksud bukanlah rumah tangga, melainkan perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi erat dengan muatan listrik sehingga menggunakan daya listrik lebih tinggi dari pihak lainnya.

Tanpa diuji kelayakan ini, kita tidak bisa mengetahui apa instalasi listrik yang sudah dipasang berada dalam kondisi baik? karena sama seperti petir yang berbahaya, muatan listrik juga sangat berbahaya bahkan mematikan jika terjadi korsleting listrik.

Berapa kisaran biaya Sertifikat Laik Operasi?

Beda dengan membuat sertifikasi penangkal petir yang dibebaskan dari pungutan biaya, untuk membuat sertifikat ini pemilik gedung harus mengeluarkan kocek yang cukup dalam. Mengapa demikian? karena semakin besar daya listrik yang digunakan dalam satu gedung tersebut hitungan SLO semakin tinggi.

Karena jumlah gedung dan tempat tinggal di Indonesia cukup banyak, pemerintah RI tidak hanya menunjuk satu pengurusan SLO. Anda bisa memilih salah satu dari Lembaga Inspeksi Teknik yang telah memenuhi standar pemerintah. Apa biaya SLO yang dikeluarkan mereka berbeda?

Masing-masing Lembaga Inspeksi Teknik di tanah air menetapkan Biaya Sertifikat Laik Operasi sama. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika pergi ke lembaga A dan menerima tagihan SLO lebih tinggi daripada lembaga B atau lembaga C.

Berikut ini kisaran Biaya Sertifikat Laik Operasi yang ditetapkan pemerintah RI:

  • Dibedakan berdasarkan daya VA

Muatan listrik yang kita gunakan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk membayar pembuatan Sertifikasi Laik Operasi. Jika muatan listrik yang digunakan mencapai 7.700 VA otomatis harga yang harus dibayarkan mencapai Rp 231.000.  Bila menghitung rata-rata harga SLO di Indonesia, antara Rp 40.000- Rp 2.955.000. Nilai tertinggi diberikan pada gedung yang menggunakan muatan listrik hingga 195.000 VA.

Sudah paham apa itu SLO? Dan berapa kisaran biaya yang perlu digelontorkan untuk melakukan pembuatan SLO? Meskipun termasuk mahal, membuat sertifikat ini penting bahkan diatur oleh Permen ESDM RI. Bila Anda mengaku sebagai warga negara yang baik alangkah baiknya melakukan pengurusan SLO tanpa menghitung besar kecilnya biaya Sertifikasi Laik Operasi.

Jasa pengurusan SLO turut hadir dalam membantu Anda agar usaha atau kegiatan yang mau diadakan tidak berjalan lancar secara illegal. Di sini kami berniat membantu Anda mendapatkan dokumen terkait sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

Penyedia Layanan yang Wajib Memiliki SLO

  1. Bangunan Gedung dengan Tegangan Listrik Berkapasitas Tinggi, Menengah, dan Rendah : Bangunan gedung yang menggunakan tegangan listrik berkapasitas tinggi, menengah, dan rendah wajib memiliki SLO untuk memastikan bahwa instalasi listrik mereka aman dan sesuai dengan standar keamanan.
  2. Pembangkit Tenaga Listrik : Pembangkit tenaga listrik adalah komponen utama dalam penyediaan energi listrik. Mereka wajib memiliki SLO agar produksi listrik berjalan lancar dan efisien.
  3. Transmisi Tenaga Listrik : Perusahaan transmisi tenaga listrik yang mengoperasikan sistem transmisi dalam proses memegang peran penting dalam mengantarkan listrik dari pembangkit ke berbagai daerah. SLO diperlukan untuk memastikan kelancaran proses transmisi.
  4. Distribusi Tenaga Listrik : Penyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke konsumen adalah tahap krusial dalam rantai pasok listrik. Operator distribusi wajib memiliki SLO untuk memastikan pasokan listrik sampai ke pelanggan dengan aman dan andal.
  5. Penjualan Tenaga Listrik : Usaha penjualan tenaga listrik mencakup semua kegiatan penjualan beli yang berkaitan dengan listrik kepada konsumen. SLO diperlukan untuk mengawasi kegiatan ini agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mengapa SLO Penting?

SLO menjadi penting karena berbagai alasan. Pertama, SLO membantu menjaga keselamatan masyarakat dengan memastikan bahwa instalasi listrik di bangunan gedung, pembangkit, dan seluruh rantai pasok listrik beroperasi dengan aman. Kedua, SLO membantu mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi dan menjaga pasokan listrik, yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis.

Dalam rangka mencapai dan mempertahankan SLO, penyedia layanan listrik harus secara rutin melakukan pemeliharaan, pengujian, dan pembaruan peralatan listrik mereka.

Dengan menjalankan SLO yang ketat di bidang ketenagalistrikan, kita dapat memastikan bahwa sistem energi tetap menjadi tulang punggung masyarakat modern, memberikan daya kepada rumah-rumah, bisnis, dan industri yang memungkinkan pertumbuhan dan kesejahteraan.

Regulasi Dan Dasar Hukum Yang Menaungi nya

Dalam konteks regulasi terkait Sistem Layanan Operasi (SLO) yang berlaku saat ini di Indonesia, peraturan kunci yang menjadi pijakan adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 10 Tahun 2021 tentang Keselamatan Ketenagalistrikan (Permen ESDM 10/2021). Peraturan ini merupakan peraturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (PP 25/2021). Selain itu, ada juga Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 12 Tahun 2021 tentang Klasifikasi, Kualifikasi, Akreditasi, dan Sertifikasi Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (Permen ESDM 12/2021) yang turut mempengaruhi aspek regulasi dalam sektor ketenagalistrikan.

Permen ESDM 10/2021 telah menjadi pilar utama dalam memastikan keselamatan dalam ketenagalistrikan operasi di Indonesia. Peraturan ini bertujuan untuk mengatur standar keselamatan, mengidentifikasi potensi risiko, dan memastikan bahwa semua aspek operasional terkait ketenagalistrikan berjalan dengan aman. Dengan peraturan ini, pemerintah berupaya keras untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan infrastruktur listrik dari potensi ancaman dan kecelakaan.

Seiring dengan diberlakukannya Permen ESDM 10/2021, penerapan prinsip-prinsip era omnibus law telah menjadi fokus penting. Pedoman terbaru ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih terbuka dan mendukung pertumbuhan sektor ketenagalistrikan. Hal ini mencakup penyederhanaan proses perizinan, perubahan sistem tarif, dan investasi insentif untuk pembangkit listrik komersial.

Dalam upaya mencapai kelancaran dan keamanan dalam ketenagalistrikan usaha, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi prioritas. Permen ESDM 12/2021 mengatur klasifikasi, kualifikasi, akreditasi, dan sertifikasi usaha jasa pemeliharaan tenaga listrik, memastikan bahwa hanya entitas yang memenuhi standar tertentu yang dapat terlibat dalam aktivitas tersebut.

Secara keseluruhan, regulasi saat ini menciptakan kerangka kerja yang lebih terstruktur dan aman untuk sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Jika Anda masih bingung atau terlalu ribet, maka silahkan menghubungi kami. Kami juga menawarkan konsultasi serta pengurusan sampai dengan selesai.

Email : info@konsultanku.com

CALL / WA : 0812-9288-9438 Catur Iswanto

Phone : 021-21799321