Contoh SLO

Contoh SLO

Contoh SLO

Untuk mempermudah Anda dalam mengenal SLO yang asli adalah menggunakan contoh SLO. SLO yang asli memiliki beberapa bagian yang memang tidak dimiliki oleh SLO yang palsu atau abal-abal. SLO yang asli tentu memiliki fungsi sesuai dengan tujuannya sementara yang palsu harus musnah karena tidak berlaku.

Format untuk contoh SLO

  1. Bagian kop sertifikat

Pertama yang menjadi ciri dari sertifikat yang asli adalah bagian kop sertifikat. Bagian ini terdiri atas nama perusahaan atau PT yang lengkap dengan alamat dan juga kontak yang aktif. Pada bagian kanan atas terdapat nomor seri yang resmi sesuai antrean pembuatannya.

Kemudian pada sisi kanan dan kiri dari nama perusahaan terdapat beberapa logo yang terlibat dalam pembuatan sertifikatnya. Pada bagian bawah nama terdapat nomor resmi akreditasi yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

  1. Nama sertifikat

Bagian kedua dari sertifikat mengenal contoh SLO adalah judul atau nama dari sertifikatnya. Sesuai dengan judulnya yakni “Sertifikat Laik Operasi”. Kemudian bagian bawahnya terdapat nomor registrasi dan juga nomor sertifikat. Anda bisa mengecek kebenaran nomor ini pada laman terkait.

  1. Bagian isi

Lanjut bagian selanjutnya adalah isi atau inti dari sertifikatnya. Pada bagian ini terdapat pengantar khusus yang membawa pembaca pada isi dari sertifikatnya. Kemudian barulah ada rincian dari data yang masuk. Datanya berupa nama lengkap, alamat, titik koordinat, panel, daya listrik, penanggung jawab dan data penting lainnya.

Kemudian pada bagian bawahnya terdapat penarikan kesimpulan yang memberikan hasil dari penilaiannya. Pada bagian ini Anda bisa mengetahui laik tidaknya operasional dengan pengesahan yang tepat.

  1. Penutup

Pada bagian penutupnya terdapat kota, tanggal dan tahun pengesahan. Lanjut ada nama yang mengesahkan dan juga tanda tangan resmi. Pada sisi kirinya terdapat QR code dan Barcode yang hidup jika sertifikatnya asli. Bagian ini juga menjadi ciri dari sertifikat yang asli dan resmi.

Alur pengurusan SLO

Jika sudah mengenal ciri dari sertifikat format contoh SLO yang asli Anda bisa lanjut untuk mengenal alur pengurusannya sebagai berikut:

  • Tugas pemohon

Pemohon harus melakukan registrasi dengan melengkapi beberapa data diri yang penting terkait kepemilikan instansi. Kemudian informasi mengenai lokasi instalasi, kapasitas dan jenis, gambar dan peralatannya.

  • Registrasi dan pembayaran

Jika sudah selesai melengkapi data diri pada tahap pertama Anda bisa lanjut untuk melakukan registrasi dan pembayaran. Datang langsung ke kantor terkait untuk mendaftar atau langsung menuju laman web yang terakreditasi. Barulah pemohon akan mendapatkan kode bayar sesuai tujuan bank yang ada.

  • Verifikasi dan pengujian

Langkah berikutnya adalah data yang sudah masuk akan mengalami proses verifikasi oleh petugas. Semuanya harus lengkap mengenai hasil pemeriksaan dan juga foto yang ada. Jika sudah keluar hasilnya maka verifikator akan melanjutkan proses pada tahap yang berikutnya.

  • Penerbitan

Jika semua tahapnya sudah selesai maka draft dari SLO bisa lanjut untuk proses penerbitan. Data yang sudah masuk akan terupload untuk melalui proses tinjauan dari badan yang berwenang. Barulah nantinya SLO akan mendapatkan nomor registrasi resmi dan SK yang penting. Selanjutnya sertifikat SLO akan mengalami pendistribusian

Dengan adanya contoh SLO yang resmi Anda bisa mengantisipasi adanya kecurangan atau penyalahgunaan. Sertifikat yang palsu tentu tidak bisa melindungi operasional menjadi lebih baik. Jangan lupa untuk memperhatikan setiap titik format yang harus ada dalam sertifikatnya. Dengan demikian Anda jadi lebih mudah dalam membedakan sertifikat yang asli atau tidak.

Baca Juga : Syarat Membuat SLO

Info lebih lanjut silahkan hubungi kami di :

Email : info@konsultanku.com

CALL / WA : 0812-9288-9438 Catur Iswanto

Phone : 021-21799321